TRIBUNMANADOCO.ID - Masih ingat dengan Si Komo? dia adalah boneka pada era 1990 yang top dengan lagu Macet lagi, macet lagi, gara-gara si Komo lewat. Lirik lagu tersebut mengundang nostalgia semua orang yang tumbuh pada era 1990 tentang popularitas boneka Si Komo milik pemerhati anak Seto Mulyadi atau Kak Seto.. Lagu tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak hal menghibur lainnya yang
Begitupenggalan lirik lagu berjudul Si Komo, populer di tahun 1990an. Kisah Si Komo, bus milik Persedikab Kediri, sedikit mengingatkan tentang karakter komodo dalam lagu tersebut. Keduanya memiliki nama yang sama, muncul di era yang sama, juga sama-sama berkawan dengan mogok. Si Komo Sering Mogok
Komojalan-jalan, berkeliling kota weleh weleh weleh weleh weleh Macet lagi, macet lagi Gara-gara si komo lewat Lewat H.I. lewat Harmoni Terakhir sampai di Monas back to bridge: back to * Macet, macet lagi Eh macet, jalanan macet Macet, macet lagi Lebih baik naik bis kota Macet, macet lagi Eh macet, jalanan macet Macet, macet lagi Lebih baik
LirikLagu Anak SI KOMO LEWAT TOL Pada postingan blog selanjutnya merupakan lirik lagu anak yang sudah popule
JAKARTA Karakter Boneka Komo dan Seto Mulyadi adalah hiburan pada era 1990an yang tak bisa lepas dari ingatan anak-anak di masa itu. Boneka Si Komo milik pria yang akrab disapa Kak Seto itu mulai mengisi siaran televisi di era 1990-an di TPI.. Ada satu lagu yang menjadi salah satu ciri khas Si Komo, yakni lagu yang berjudul "Si Komo lewat Jalan Tol".
LaguSpesial Anak Indonesia berjudul Si Komo Lewat Tol. Lagu ini sangatlah cocok untuk diperdengarkan sebagai lagu anak paud ataupun lagu anak SD.Lirik lagu
aWn6QYj. Lirik Lagu Si Komo Lewat Tol - MELISA - Database Lirik Lagu Indonesia & Barat Terlengkap Dibawah ini Lirik Lagu Si Komo Lewat Tol yang merupakan salah satu karya MELISA. Untuk melihat LIRIK LAGU MELISA yang lainnya silahkan klik pada menu LIRIK LAGU MELISA diweb ini atau gunakan kotak pencarian Lagu Si Komo Lewat Tol, - MELISA*Macet lagi, jalanan macetGara-gara si komo lewatPak polisi jadi binggungOrang-orang ikut binggungMacet lagi, macet lagiGara-gara si komo lewatJalan Thamrin, Jalan SudirmanKatanya berkeliling kotaReffMomo si komo hey... mau kemana?Saya mau lihat gedung-gedung bertingkatMomo si komo hey... mau kemana?Saya mau lihat pembangunan merataLa la la la la la la la la laweleh weleh weleh weleh welehbridgeAda Taman Mini Indonesia Indah Jakarta semua adaKomo jalan-jalan, berkeliling kotaweleh weleh weleh weleh welehMacet lagi, macet lagiGara-gara si komo lewatLewat lewat HarmoniTerakhir sampai di Monasback to bridgeback to *Macet, macet lagiEh macet, jalanan macetMacet, macet lagiLebih baik naik bis kotaMacet, macet lagiEh macet, jalanan macetMacet, macet lagiLebih baik lewat jalan tolWeleh weleh weleh Itulah Tadi Lirik Lagu Si Komo Lewat Tol - MELISA Itulah tadi Lirik Lagu Si Komo Lewat Tol - MELISA Semoga anda menyukainya. Jangan lupa selalu kunjungi blog ini untuk mencari lirik lagu lainnya. Anda sedang membaca Lirik Lagu Si Komo Lewat Tol - MELISA dengan alamat Url
JAKARTA, - Boneka Si Komo milik psikolog anak Seto Mulyadi adalah hiburan pada era 90an bagi anak-anak. Lagu yang berjudul âSi Komo lewat Jalan Tolâ menjadi salah satu ciri khas Komo saat di puncak popularitasnya. Dalam lagu itu diceritakan bahwa penyebab kemacetan di jalan raya karena Si Komo heran, banyak orang saat itu yang menganggap bahwa Si Komo adalah lambang satire dari Presiden Soeharto saat itu, yang menyebabkan jalanan macet ketika hendak lewat. Baca juga Kak Seto Ceritakan Asal Mula Si Komo Disebut Biang Kemacetan Karena anggapan itu, Kak Seto sempat dipanggil oleh Paspampres.âAnggapan Itu pernah muncul, sampai saya pernah dipanggil Paspampres,â ujar Kak Seto saat dihubungi Kamis 13/1/2022. Saat itu, Kak Seto membantah anggapan tersebut. âTerus ditanya betul enggak?â Saya bilang, lho boneka ini kan populernya di TPI. TPI kan televisinya Mbak Tutut. Enggak mungkin dong saya menyindir Pak Harto dengan Si Komo, jadi itu tidak benar,â tutur Kak Seto. Baca juga Usia Si Komo Sudah 46 Tahun, Kak Seto Sebut Hanya Satu-satunya di Dunia Menurut Kak Seto, tak ada hubungan antara boneka Si Komo dengan Pak Harto. âKarena mirip-mirip aja kata-katanya. Karena ketika Beliau Pak Harto lewat, namanya pejabat kan jalan macet, diberhentikan, tapi enggak ada hubungannya sama satire itu,â kata Kak Seto.
JAKARTA, - Karakter Boneka Komo dan Seto Mulyadi adalah hiburan pada era 1990an yang tak bisa lepas dari ingatan anak-anak di masa itu. Boneka Si Komo milik pria yang akrab disapa Kak Seto itu mulai mengisi siaran televisi di era 1990-an di TPI. Ada satu lagu yang menjadi salah satu ciri khas Si Komo, yakni lagu yang berjudul âSi Komo lewat Jalan Tolâ.Dalam lagu itu diceritakan bahwa penyebab kemacetan di jalan raya karena Si Komo lewat. Baca juga Usia Si Komo Sudah 46 Tahun, Kak Seto Sebut Hanya Satu-satunya di Dunia Apa yang diceritakan dalam lagu itu adalah kejadian nyata yang dialami Kak Seto dan Boneka Komo ketika sedang berada di Samarinda.âWaktu itu pernah diundang ke Samarinda, dongeng Si Komo, saya menciptakan boneka besar, yang kemudian seperti Barney. Si Komo saya bikin boneka besar untuk saya bikin opera,â ujar Kak Seto saat dihubungi Kamis 13/1/2022. Kak Seto menuturkan, saat itu ia dan Si Komo diminta untuk turun ke jalan dan mempromosikan opera yang akan digelar. âNah, waktu itu pas hari minggu acaranya sebelum pertunjukkan jam 10, panitia mengajak saya menggandeng Si Komo tadi untuk promosi ke jalan bahwa nanti jam 10 akan ada opera Si Komo,â ucap Kak Seto. Baca juga Bocoran dari Kak Seto, Boneka Komo Akan Comeback Tahun Ini Antusiasme anak-anak yang saat itu meminta berfoto bersama Si Komo membuat jalanan di Samarinda kala itu macet. Oleh karenanya, lahirlah istilah bahwa penyebab kemacetan di jalan raya karena Si Komo sedang lewat.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sore ini, saat saya duduk santai di halaman rumah kontrakan sambil menikmati secangkir minuman teh hijau ditemani suasana sore yang cerah, tiba-tiba dari rumah tetangga terdengar sayup-sayup suara lagu diputar. Liriknya kurang lebih seperti ini âmacet lagi macet lagi.. gara-gara si komo lewat...â. Ya, sebuah lagu anak-anak yang populer di era 90an lah yang diputar. Ternyata di dalamnya tersimpan makna-makna yg mungkin waktu saya kecil dulu belum saya mengerti. Si komo âmainâ dan jalan-jalan ke kota karena ingin melihat pembangunan merata. Sindiran bahwa pembangunan saat itu masih dipusatkan di ibu kota Jakarta yang memang sungguh luar biasa dibandingkan kota-kota lainnya. Sedangkan di akhir lagu diselipkan âmacet-lagi macet lagi, lebih baik naik bis kotaâ. Sebuah himbauan agar masyarakat lebih menggunakan fasilitas transportasi umum dibanding mobil pribadi untuk mengurangi macet. Sekarang, lagu anak-anak dengan lirik khas usia mereka yang masih polos dan lugu itu sudah hampir tidak ada. Padahal di jaman saya kecil dulu, saya pernah merengek minta dibelikan kaset âSi Lumba-Lumbaâ nya Bondan Prakoso ke Bapak. Bahkan dulu ada lho acara musik khas anak-anak, seperti âtralala-trililiâ yang dibawakan Agnes Monica, âPelangiâ, dan âCilukba...!â nya Maissy Muuuuaaaach... Hehe. Mungkin saat ini anak-anak seumuran saya pada waktu itu merengeknya sudah beda. Mintanya kumpulan cd bajakan lagu-lagu âwaliâ atau âst12â dan ikut-ikutan menonton âDahsyatâ atau âInboxâ. Duh, sayang sekali jika otak dan jiwa mereka yang masih polos, tapi kemampuan otaknya melebihi âsponsâ yang mampu menyerap informasi dari luar dalam waktu singkat itu dijejali lirik-lirik dewasa yang memang seharusnya belum mampu mereka tangkap dengan benar. Pencipta lagu anak-anak jaman dulu yang paling menonjol adalah Papa T Bob, Kak Seto, dan Ibu Kasur. Entah, selepas beliau-beliau mundur dari dunia lagu anak-anak, sepertinya tidak ada yang meneruskan lagi perjuangan mereka untuk menghibur jiwa-jiwa polos si kecil. Atau karena sekarang target marketnya sudah tidak ada? Apakah anak-anak tidak mau mendengarkan lagu anak-anak lagi? Semoga saja tidak. Regenerasi. Ini yang seharusnya disadari sejak dulu. Tidak hanya dalam hal hiburan tapi juga masalah sosial lainnya. Anak-anak membutuhkan ârockstarâ atau tokoh hebat yang bisa memacu mereka untuk meraih dan menjadi âsesuatuâ. Orang-orang macam Pak Habibie, Susi Susanti, menjadi contoh pentingnya regenerasi. Orang-orang hebat, tidak bisa selamanya menjadi hebat. Karena berbagai alasan, seperti usia, keluarga, dan lain-lain prestasi itu lama-lama akan memudar. Para ârockstarâ orang-orang yang saya istilahkan sebagai panutan, idola, seseorang yang prestasinya menginspirasi orang lain itu butuh pengganti untuk mengisi posisi mereka jika suatu saat kondisi mereka sudah tidak berada di puncak prestasi. Jika tidak maka akan seperti kondisi sekarang ini dimana kita hidup dalam bayang-bayang masa lalu, baik masalah sederhana seperti hiburan, sosial budaya, teknologi sampai ke politik yang rumit. Perhatikan saja, karena tidak ada lagi sinetron berkualitas, maka Si Doel Anak Sekolahan ditayangkan ulang, begitu juga kumpulan tayangan grup Warkop DKI yang mampu memberikan humor segar tapi berkelas, masiiiiiiih saja diputar di televisi. Seandainya kita punya penerus pencipta lagu anak-anak, tokoh cerdas berprestasi, atlit juara, sutradara yang tidak sekedar profit oriented dan penerus rockstar-rockstar terdahulu, kita tidak akan terus tenggelam dan memuja-muja prestasi masa lalu. Kadang geli juga kalau ada yang bercerita kejayaan angkatan perang kita jaman Soekarno atau bagaimana Indonesia jauh meninggalkan Malaysia dalam hal perkembangan ekonomi pada masa lalu dan juga prestasi Hindia Belanda yang pernah menembus piala dunia. Tapi ya itu tadi. Semua itu sudah tinggal sejarah. Itu semua masa lalu. Let bygones be bygones kalau kata pepatah barat. Sekarang saatnya menatap masa depan. Kalau kata Ustad Maulana ustad dengan ciri kas âjama'aaaaaaahh oh jama'aaaah, guru berhasil atau tidak, dilihat dari murid-muridnya, suami berhasil atau tidak, dilihat dari bagaimana istrinya dan orang tua berhasil atau tidaknya dilihat dari keadaan putra-putri nya. Anak-anak seharusnya menikmati lagu, membaca buku, menonton film, bermain dan beraktivitas layaknya anak-anak. Karena dari generasi merekalah akan muncul ârockstarâ baru yang berprestasi. Di tangan mereka lah masa depan dibentuk. Hal ini tidak akan terjadi bila mereka tidak dididik dengan seharusnya, seperti disuguhi informasi yang bukan konsumsi anak-anak. Lucu sekaligus ironis, beberapa saat setelah lagu si komo tadi selesai diputar, ada anak tetangga lewat dengan teman sebayanya, sambil bernyanyi â kennaaapaa.. sekkaranngg.. cowok pada jago akting... nggaaak.. ngggaaaaakk.. ngggaaaakkk kuuuaaatttâ.... Weleh... Weleh.. Weleh... Lihat Lyfe Selengkapnya
Lirik Si Komo Lewat Tol Penyanyi Kak Seto & Melisa Macet lagi jalanan macet Gara-gara si komo lewat Pak polisi jadi bingung Orang-orang ikut bingung Macet lagi macet lagi Gara-gara si komo lewat Jalan Thamrin Jalan Sudirman Katanya berkeliling kota Mo mo si Komo hei Hei mau kemana Saya mau lihat gedung-gedung bertingkat Mo mo si Komo Hei mau kemana Saya mau lihat pembangunan merata La la la la la la la Weleh weleh weleh La la la la la la la Weleh weleh weleh Macet lagi macet lagi Gara-gara si komo lewat Lewat HI lewat Harmoni Terakhir sampai di Monas Ada Taman Mini Indonesia Indah Jakarta semua ada Komo jalan-jalan berkeliling kota Weleh weleh weleh Macet lagi macet lagi Gara-gara si komo lewat Pak polisi jadi bingung Orang-orang ikut bingung Macet macet lagi Eh macet jalanan macet Macet macet lagi Lebih baik naik bisa kota Macet macet lagi Eh jalanan jadi macet Macet macet lagi Lebih baik lewat jalan tol Informasi Lagu Si Komo Lewat Tol Lagu Si Komo Lewat Tol dinyanyikan oleh Kak Seto dan Melisa di mana mereka harus lewat jalan tol untuk mengatasi kemacetan. Video Mainkan Lagu Si Komo Lewat Tol Unduh
lirik lagu si komo lewat