Banyak yang mendengar tapi sedikit yang terpanggil, dan diantara yang terpanggil sedikit pula yang terpilih" Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat
Tidak ada cerita kehidupan yang terus bangkit tanpa aral atau tantangan. Malah dalam banyak kejadian, orang yang pernah jatuh dapat menjadi awal kebangkitan. Disinilah pentingnya jangan berputus asa, kala jatuh pelajari hikmah yang dapat dipetik, minta nasihat dari orang tepat sebagai penyemangat agar tidak berputua asa.
Syallom Terpujilah Tuhan, boleh bergabung dengan saudara seiman di media ini,pengalaman Pastor Max merupakan salah satu berkat Tuhan yang boleh hadir di Guatemala semoga Berkat Tuhan senantiasa menyertai Pastor Max dalam tugas perutusan dan pelayanannya. Tuaian melimpah tapi pekerja sedikit, banyak yang dipanggil tapi hanya sedikit yang terpilih.
banyak, terkhusus yang berkuasa sangat . yang terpanggil, namun jika ditelaah secara radiks, yang kemudian d apat terpilih dan .
PadaSidang Kerajaan itu, kaum Protestan diminta untuk menyampaikan pengakuannya. Dokumen Pengakuan yang disampaikan pada Sidang Kerajaan tanggal 25 Jun 1530 itulah Konfesi Augsburg yang kita kenal sekarang ini. Dalam dokumen itu, dinyatakan apa yang dipercayai oleh kaum Protestan yang terdiri dari 21 Artikel (Artikel 1-21) dan paraktek-praktek
Sebuahcara agar aku tidak berakhir sebagai si penerima satu talenta yang mengubur dan menyembunyikan talenta nya di dalam tanah. Sebuah cara agar aku menjadi si penerima satu talenta atau mungkin lebih, yang mengembangkan talentanya hingga makin bertambah dan terus bertambah Mengapa "dari mata perempuan"? karena semua cerita ini, tentang dunia dari mata perempuan
d9PB.
album Simplified info_outline Major & minor chords only visibility 123 album Advanced info_outline Includes 6,7,aug,hdim7 chords visibility 123 album Bass info_outline Advance chords for bass visibility 123 album Edited info_outline All Edited versions visibility 123 album Chords Notes info_outline Notes in chords visibility 123 album Simple Notes info_outline Rhythm of the song visibility 123 album Bass Notes info_outline Sheet music of bass visibility 123 album Music Notes info_outline Sequence of instrument notes visibility 123 close aspect_ratio arrow_drop_down Show all diagrams layers Edit Lyrics cloud_done Save cancel Cancel Edit delete_forever Delete this Version 3/4Time Signature arrow_back0SHIFT arrow_forward BPM doneclose NNNNNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNNEbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNEbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNAbNNNNNEbNNNNNAbNNNNNNNNNNNNNNNNNEbNNNAbNNNNNNNNNNFmNNNNEbNNNNNAbNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNEbNNNNNBbNNNNEbNNNNNNNNNNNAbNNNNEbNNNNNAbNNNNNNNNNNFmNNNNEbNNNNNAbNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNEbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNCmNNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNEbNNNNNNNNNNCmNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNAbNNNNNBbNNNNEbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNNEbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNAbNNNNNEbNNNNAbNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNEbNNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNNNNNNEbNNNNNAbNNNNNNNNNNFmNNNNEbNNBbmNNAbNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNEbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNNCmNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNEbNNNNNNNNNNCmNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNAbNNNNNBbNNNNEbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNEbNNNNNNNNNNAbNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNDbNNNNNNNNNNAbNNNNNEbNNNNAbNNNNNDbNNNNAbNNNNNEbNNNNENNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN Private lock Publiclanguage file_download PDF & Tabs music_note Download Midi clear ChordU Learn Any Instrument ChordU has always been about simplicity and ease of access. We are constantly improving our accuracy through research and development. We hope you have a wonderful experience with us. Hello Again !! Please login to your ChordU account. mail Login with Email Forgot Password? Don't have an account? Sign Up trending_flat clearsecurity Forgot Password No worries, enter your registered email to reset your password keyboard_backspace Back to Login
Bacaan Firman Tuhan Matius 221-14 Dalam perumpamaan ini, dikisahkan seorang raja yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Waktu pelaksanaan perjamuan telah tiba, dan segala sesuatunya untuk keperluan pesta telah tersedia. Namun, ketika hamba-hambanya disuruh untuk memanggil para undangan, ternyata semua berdalih dengan berbagai macam alasan. Bahkan ada yang menangkap, menyiksa dan membunuh para hamba yang disuruh untuk memanggil para undangan. Maka raja pun murka sehingga menyuruh pasukannya membinasakan para pembunuh itu beserta kota mereka. Walaupun para undangan tersebut tidak datang karena bermacam alasan, namun perjamuan kawin itu tidak menjadi tertunda. Raja pun menyuruh hamba-hambanya untuk mengundang seluruh orang yang mereka jumpai tanpa terkecuali. Ternyata diantara undangan yang hadir ada yang tidak mengenakan pakaian pesta yang membuat raja tersebut marah, dan menyuruh hambanya untuk mengikat orang tersebut dan mencampakkannya ke dalam kegelapan. Dari perumpamaan ini, pengajaran apa yang hendak Tuhan Yesus sampaikan kepada kita? 1. Tuhan memanggil kita masuk dalam persekutuan sorgawi Undangan pesta dalam perjamuan kawin tersebut menyatakan pemanggilan Allah kepada manusia untuk menerima kasihNya yang tentu saja adalah anugerah semata. Dalam konsep suatu pesta akan ada sukacita dalam suasana yang gembira dan penuh dengan jamuan yang nikmat. Sehingga setiap undangan yang datang akan merasakan sukacita sebagaimana sukacita yang dialami oleh raja yang mengundang. Sebagaimana kasih Allah yang besar bagi manusia Yoh. 316, berita Injil disampaikan untuk mengundang setiap jiwa untuk turut sterta merasakan kasih Allah yang besar. Tuhan memanggil manusia untuk masuk dalam kasihNya adalah dengan memperlihatkan kuasa kasihNya dengan nyata, yakni melalui Yesus Kristus kepastian perjamuan kawin hidangan telah tersedia, lembu-lembu jantan dan ternak peliharaan telah disembelih. 2. Menghargai panggilan Tuhan Dalam perumpamaan ini dapat kita saksikan bahwa raja itu tidak hanya sekedar mengundang, tetapi juga memanggil satu per satu undangannya melalui hamba-hambanya. Namun kita menemukan dua bentuk sikap yang tidak menghargai undangan ditunjukkan dalam perumpamaan ini. a. Undangan yang menolak dan berdalih b. Undangan yang tidak memakai pakaian pesta. **** A. Undangan yang menolak dan berdalih Ada yang tidak mau datang, ada yang berdalih tentang kebutuhan hidup pergi ke ladang, pekerjaan mengurus usaha, bahkan ada yang menolak dengan kasar membunuh hamba-hamba yang disuruh memanggil. Walaupun undangan telah sampai dan semua persiapan pesta telah tersedia, ternyata para undangan menolak datang karena bermacam dalih. Kasih Allah yang telah dinyatakan melalui Yesus Kristus untuk memanggil manusia menuju keselamatan Tuhan tidak serta merta membuat manusia percaya kepada Tuhan Yesus. Bahkan terang-terangan para pemimpin agama Yahudi menolak Yesus. Sikap yang pertama ini adalah penolakan keselamatan Tuhan dengan berbagai macam alasan yang lebih mencintai hidup kedaginannya daripada keselamatan jiwanya. Dalam kehidupan berjemaat, kita akan menemukan ada banyak contoh-contoh sikap yang beralasan yang pada hakikatnya bukanlah halangan, namun terlebih pada sikap yang tidak memahami makna panggilan Tuhan dalam hidupnya, sehingga cenderung tidak menghormati dan menghargai panggilan Tuhan dalam hidupnya. Secara umum ada tiga alasan utama merintangi seseorang untuk hidup dalam panggilan Tuhan, yakni Alasan mempertahankan ego, yang menciptakan alasan karena ketidakcocokan sikap dan paham, seakan-akan halangan itu berasal dari orang lain, padahal justru berasal dari dirinya sendiri. Misalnya ada orang yang akhirnya tidak datang ke gereja hanya karena tidak suka dengan seorang pelayan atapun seseorang di dalam gereja itu. Apa kita pernah mendengar ada orang yang mengatakan “ngapain gereja, toh yang didalam juga banyak iblis, ntar kita jadi ikutan berdosa”, orang batak bilang “dohot sibolison”. Alasan kebutuhan hidup. Sikap ini memperlihatkan seakan-akan kedekatan dengan Tuhan adalah hal yang merugikan. Bahkan lebih parah lagi jika ada yang sampai mengatakan “kita tidak jadi kenyang jika datang ke gereja” ataupun “bagaimana caranya berdoa kalo perut keroncongan”. Alasan kesibukan dalam bekerja. Sikap ini memperlihatkan seakan-akan perjalanan kehidupan itu dikendalikan manusia dan bukan Tuhan. Sibuk bekerja dan mencari uang hingga tidak lagi mengingat Tuhan sebagai sumber kehidupannya. Untuk bekerja 24 jam sehari kurang, namun untuk Tuhan 1 detik pun untuk Tuhan tidak ada waktu. B. Undangan yang tidak memakai pakaian pesta. Ternyata para undangan yang datang tersebut ada yang tidak menghargai undangan seorang raja, yakni tidak mengenakan pakaian pesta. Dalam etikanya, maka selayaknyalah kita mempersiapkan diri sesuai dengan acara yang diikuti. Ada banyak orang yang menerima dan datang akan panggilan Yesus, namun ternyata apakah semua orang kristen benar-benar mempersiapkan dirinya sikap, sifat dan tindakan untuk panggilan Tuhan itu? Jika kita datang dalam suatu pesta, maka kita selayaknya menyatu dengan sukacita orang yang mengundang kita. Bagaimana kita memperlihatkan diri kita layaknya sebagai seorang yang telah dipanggil oleh Tuhan. Maka setiap jiwa yang telah dipanggil Tuhan dalam keselamatanNya haruslah memperlihatkan pembaharuan hidup hidup yang baru. Hidup kita satu dengan Tuhan yang memanggil kita, kita masuk dan menyatu dalam kasih Tuhan yang memanggil kita. Maka apakah pakaian pesta kita untuk menerima panggilan Tuhan? Yakni mengenakan Kristus dalam hidup kita Galatia 327. Dalam arti, kebenaran Firman yang dinyatakan Kristus itulah pakaian pesta yang akan kita kenakan dalam panggilan Tuhan. Dalam panggilan Tuhan, kita telah meninggalkan hidup yang lama dan mengenakan hidup yang baru Ef. 424; Kol. 310. **** Perumpamaan ini menggugah kesungguhan kita menerima panggilan Tuhan. Apa yang menjadi orientasi hidup kekristenan kita, apakah kita menjalani hidup sudah berorientasi pada kebenaran Tuhan atau masih tetap dalam hidup lama’ yang masih berorientasi pada hidup yang hanya menyelamatkan hidup duniawi yang tidak memperdulikan keselamatan jiwa. Panggilan mengikut Yesus menuntut kesungguhan dengan sepenuh hati untuk hidup dalam panggilanNya. Tuhan tidak menginginkan kita mengikuti panggilanNya dengan pertimbangan-pertimbangan duniawi, sebab Tuhan tidak mau dibanding-bandingkan dengan hal-hal duniawi yang sesungguhnya adalah dibawah kuasaNya 2 Kor. 310. Tanpa kesungguhan dalam mengikut Yesus, maka akan ada berbagai macam alasan yang dapat kita perbuat untuk tidak hidup dalam perintahNya. “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang terpilih”, biarlah kita menjadi orang-orang yang terpilih diantara yang terpanggil dengan kesungguhan menerima panggilanNya kepada sukacita yang abadi.
Aku telah mencari banyak orang di bumi ini untuk menjadi pengikut-Ku. Di antara para pengikut ini, ada yang melayani sebagai pendeta, ada yang menjadi pemimpin, ada yang membentuk anak muda, ada yang membangun umat, ada yang melakukan pelayanan. Aku membagi-bagi mereka ke dalam beragam kategori tersebut berdasarkan kesetiaan yang mereka tunjukkan kepada-Ku. Setelah semua manusia digolongkan berdasarkan jenis mereka, yaitu, setelah sifat setiap jenis manusia disingkapkan, saat itulah Aku akan menghitung setiap orang menurut jenis mereka masing-masing. Lalu Aku akan menempatkan setiap jenis itu pada tempat yang sesuai, sehingga Aku dapat mewujudkan tujuan keselamatan-Ku bagi umat manusia. Setelah itu, Aku akan memanggil kelompok-kelompok orang yang hendak Kuselamatkan untuk kembali ke rumah-Ku, lalu Aku mengizinkan semua orang ini untuk menerima pekerjaan-Ku di akhir zaman. Pada saat yang sama, Aku menggolongkan manusia menurut jenisnya, lalu memberi imbalan atau menghukum kepada setiap mereka berdasarkan perbuatannya. Itulah langkah-langkah yang terkandung dalam pekerjaan-Ku. Kini Aku hidup di bumi, dan tinggal di antara manusia. Semua manusia sedang mengalami pekerjaan-Ku dan memperhatikan perkataan-Ku. Sejalan dengan itu, Aku menganugerahkan seluruh kebenaran kepada setiap pengikut-Ku, sehingga mereka dapat menerima kehidupan dari-Ku, dan dengan begitu, memperoleh jalan yang bisa mereka jejaki. Sebab Aku-lah Tuhan, Pemberi kehidupan. Selama sekian tahun pekerjaan-Ku, manusia sudah menerima banyak hal dan mengorbankan banyak hal, tetapi Aku berkata bahwa manusia tidak benar-benar percaya kepada-Ku. Ini karena manusia mengakui bahwa Akulah Tuhan hanya dengan bibir mereka, padahal mereka tidak setuju dengan kebenaran yang Kukatakan. Terlebih lagi, mereka tidak melakukan kebenaran seperti yang Kutuntut dari mereka. Artinya, manusia hanya mengakui keberadaan Tuhan, tetapi tidak mengakui keberadaan kebenaran. Manusia hanya mengakui keberadaan Tuhan, tetapi tidak mengakui keberadaan kehidupan. Manusia hanya mengakui nama Tuhan, tetapi tidak mengakui hakikat-Nya. Oleh karena sikapnya itu, manusia telah menjadi kejijikan bagi-Ku. Sebab manusia hanya memakai kata-kata yang terdengar indah di telinga untuk menipu-Ku, dan tak seorang pun yang menyembah-Ku dengan segenap hati. Perkataanmu mengandung godaan si ular. Terlebih lagi, perkataanmu itu sangat angkuh, pernyataan lantang sang penghulu malaikat. Terlebih lagi, perbuatan kalian tercemar dan tercela dengan aib; Hasratmu yang tak wajar dan maksud-maksudmu yang penuh dengki itu menusuk telinga. Engkau telah menjadi ngengat di dalam rumah-Ku, hal menjijikkan yang patut dibuang. Tak seorang pun dari antaramu yang menyukai kebenaran, sebaliknya engkau semua adalah orang-orang yang ingin mendapat berkat, ingin naik ke surga, dan ingin menyaksikan pemandangan hebat ketika Kristus mengerahkan kuasa-Nya di bumi. Akan tetapi, pernahkah terpikir olehmu bagaimana mungkin seseorang yang sepertimu, yang begitu rusak, dan sama sekali tidak mengenal siapa Tuhan itu, bisa layak mengikuti Tuhan? Bagaimana mungkin engkau bisa naik ke surga? Bagaimana mungkin engkau layak menyaksikan kemegahan, yang belum pernah ada sebelumnya dalam segala kecermelangan itu? Mulutmu penuh dengan kata-kata tipuan dan kekejian, pengkhianatan dan kesombongan. Belum pernah engkau ucapkan kata-kata tulus kepada-Ku, tak ada kata-kata kudus, tak ada kata-kata penyerahan diri pada-Ku saat engkau mengalami perkataan-Ku. Jadi, seperti apa imanmu itu? Hatimu dipenuhi dengan hasrat dan kekayaan, pikiranmu dipenuhi dengan harta benda. Setiap hari engkau memperhitungkan bagaimana mendapatkan sesuatu dari-Ku, berapa banyak kekayaan dan harta benda yang telah kau peroleh dari-Ku. Setiap hari engkau menantikan lebih banyak berkat diturunkan kepadamu, sehingga engkau bisa menikmati, lebih banyak dan lebih baik lagi, hal-hal yang bisa dinikmati. Bukan Aku yang ada dalam pikiranmu di setiap waktu, juga bukan kebenaran yang bersumber dari-Ku, melainkan suami istri, putra dan putrimu, atau apa yang engkau makan dan pakai, dan bagaimana kenikmatanmu bisa lebih banyak dan lebih baik lagi. Bukankah pada saat kenyang pun engkau tidak jauh beda dengan mayat? Bahkan saat engkau berdandan dengan elok, bukankah engkau tetap seperti mayat hidup yang tidak memiliki kehidupan? Engkau bersusah-payah demi mengisi perut hingga rambutmu dipenuhi uban, tetapi tak seorang pun darimu yang mengorbankan sehelai rambut pun demi pekerjaan-Ku. Engkau selalu sibuk, menempa tubuh dan mengasah otakmu demi kepentingan dagingmu dan demi putra-putrimu, tetapi tak seorang pun yang peduli terhadap kehendak-Ku. Apa lagi yang masih kau inginkan dari-Ku? Dalam melaksanakan pekerjaan-Ku, Aku tidak pernah terburu-buru. Bagaimana pun cara manusia mengikuti-Ku, Aku melakukan pekerjaan-Ku sesuai dengan setiap langkah, sesuai dengan rencana-Ku. Oleh karena itu, meskipun engkau begitu memberontak terhadap-Ku, Aku tetap tidak menghentikan pekerjaan-Ku, dan tetap menyampaikan perkataan seperti yang hendak Kuucapkan. Kupanggil semua orang yang sudah Kupilih sejak awal ke rumah-Ku, agar mereka mendengarkan perkataan-Ku. Lalu Aku menempatkan semua orang yang taat dan merindukan perkataan-Ku di depan takhta-Ku. Orang-orang yang menolak perkataan-Ku, mereka yang gagal menaati dan berserah kepada-ku dan orang-orang yang terang-terangan menentang-Ku, semuanya akan disisihkan untuk menunggu penghukuman akhir mereka. Semua manusia hidup di tengah-tengah kecemaran dan di bawah tangan si jahat, sehingga tidak banyak pengikut-Ku yang benar-benar haus akan kebenaran. Artinya, kebanyakan tidak menyembah-Ku dengan hati yang tulus atau dalam kebenaran, melainkan mencoba mendapatkan kepercayaan-Ku melalui kecemaran, pemberontakan, dan sikap-sikap yang menipu. Inilah alasan mengapa Aku berkata, "Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." Semua orang yang dipanggil begitu rusak dan mereka semua hidup pada zaman yang sama, tetapi orang-orang yang dipilih hanyalah kelompok yang percaya dan mengakui kebenaran, serta melakukan kebenaran. Orang-orang ini hanyalah bagian yang sangat kecil dari seluruhnya, dan dari antara orang-orang inilah Aku akan mendapatkan lebih banyak kemuliaan. Dengan mempertimbangkan perkataan ini, apakah engkau tahu jika engkau termasuk yang terpilih? Bagaimana nasib akhirmu nanti? Sudah Kukatakan bahwa banyak orang mengikuti-Ku, tetapi hanya sedikit yang mengasihi-Ku dengan segenap hati. Mungkin beberapa orang berkata, "Mungkinkah aku rela membayar harga semahal itu jika aku tidak mengasihi-Mu? Mungkinkah aku mengikuti-Mu sejauh ini jika Aku tidak mengasihi-Mu?" Tentu saja, engkau punya banyak alasan, dan tentu saja kasihmu sangat besar, tetapi apa inti dari kasihmu untuk-Ku itu? Sesuai dengan namanya, "kasih" mengacu kepada emosi yang murni dan tanpa cela, dimana hati digunakan untuk mengasihi, merasa, dan memperhatikan sesama. Dalam kasih tidak ada syarat, tidak ada penghalang, dan tidak ada jarak. Dalam kasih tidak ada curiga, tidak ada tipu daya, tidak ada kelicikan. Dalam kasih tidak ada jarak dan tak ada kekotoran. Jika engkau mengasihi, engkau tidak akan menipu, mengeluh, berkhianat, memberontak, merampas, atau berusaha mendapatkan sesuatu atau memperoleh jumlah tertentu. Jika engkau mengasihi, engkau akan rela berkorban dan menanggung kesukaran, dan akan menjadi selaras dengan-Ku. Engkau akan meninggalkan semuanya untuk-Ku keluargamu, masa depanmu, masa mudamu, dan perkawinanmu. Jika tidak begitu, kasihmu berarti bukanlah kasih sama sekali, melainkan tipuan dan pengkhianatan! Seperti apa kasihmu? Apakah kasih yang sejati? Atau palsu? Seberapa banyak yang sudah kaukorbankan? Seberapa banyak yang sudah kaupersembahkan? Seberapa banyak kasih yang sudah Kuterima darimu? Apakah kau tahu? Hatimu dipenuhi kejahatan, pengkhianatan, dan tipu daya, dan jika demikian, berapa banyak kekotoran yang ada dalam kasihmu? Engkau pikir sudah cukup banyak berkorban untuk-Ku. Engkau pikir kasihmu bagi-Ku sudahlah cukup. Lalu mengapa perkataan dan tindakanmu selalu mengandung pemberontakan dan tipu daya? Engkau mengikuti-Ku, tetapi tidak mengakui perkataan-Ku. Apa ini dianggap kasih? Engkau mengikuti-Ku, tetapi menyisihkan-Ku. Apakah ini dianggap kasih? Engkau mengikuti-Ku, tetapi tidak memercayai-Ku. Apakah ini dianggap kasih? Engkau mengikuti-Ku, tetapi tidak bisa menerima keberadaan-Ku. Apakah ini dianggap kasih? Engkau mengikuti-Ku, tetapi tidak memperlakukan-Ku dengan selayaknya dan selalu menyulitkan-Ku. Apakah ini dianggap kasih? Engkau mengikuti-Ku, tetapi mencoba memperdayai-Ku dan menipu-Ku dalam segala hal. Apakah ini dianggap kasih? Engkau melayani-Ku, tetapi tidak takut akan Aku. Apakah ini dianggap kasih? Engkau menentang-Ku dalam segala hal dan segala perkara. Apakah semua ini dianggap kasih? Memang benar bahwa engkau sudah banyak berkorban, tetapi engkau tidak pernah melakukan apa yang Aku tuntut darimu. Bisakah ini dianggap kasih? Jika ditelaah dengan saksama, terbukti tidak ada sedikit pun kasih bagi-Ku di dalam dirimu. Setelah bertahun-tahun bekerja dan menyampaikan seluruh perkataan-Ku, berapa banyak yang sudah benar-benar engkau dapatkan? Tidak layakkah ini ditelusuri lagi dengan saksama? Aku peringatkan kepadamu Orang-orang yang Kupanggil mendekat kepada-Ku bukan-lah mereka yang tanpa kerusakan. Orang-orang yang Kupilih adalah mereka yang benar-benar mengasihi-Ku. Oleh karena itu, hendaklah engkau berhati-hati dengan perkataan dan perbuatanmu, dan menguji maksud dan pikiranmu, sehingga tidak melampaui batas. Pada akhir zaman ini, berusahalah sedapat mungkin untuk mempersembahkan kasihmu di hadapan-Ku, sebab jika tidak, murka-Ku tidak akan pernah beranjak darimu!
Matius 2214 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." Yesus berkata, “Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.” Artinya, banyak yang dipanggil untuk mendengar Injil, tetapi tidak semua meresponinya dengan benar untuk hidup berpadanan dengan Injil Kristus, tidak mau melakukan sepenuhnya panggilan untuk melakukan kehendak Tuhan sehingga mereka tidak menjadi orang-orang yang terpilih dan akhirnya binasa. Tanpa respons untuk tunduk dan menerima sepenuhnya ajakan untuk hidup sesuai dengan isi pemberitaan Injil Kristus maka seseorang tidak akan bisa diubah menjadi orang-orang pilihan yang menggelar hidup seperti Kristus telah hidup. Dan ini artinya mereka sedang menyia-nyiakan anugerah dan kasih karunia dari Tuhan yang begitu besar dan menolak keselamatan yang disediakan oleh Tuhan. Akhirnya kita menyadari untuk hidup menjadi manusia pilihan yang hidup dalam kedaulatan Allah seseorang juga harus meresponi ajakan Tuhan untuk melakukan perintah-Nya karena Tuhan menginginkan kita melakukan dengan hati yang rela mengasihi Tuhan dan mengikuti kehendak-Nya. Respons yang benar terhadap panggilan Tuhan adalah menerima Injil perkataan Tuhan dan melakukan-Nya. Seseorang yang mau menerima Tuhan Yesus, tetapi tidak meresponi perkataan-Nya dan melakukannya didalam hidupnya sesungguh ia belumlah dikatakan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Raja didalam hidupnya. Sesungguhnya sikap hidup seperti ia masih memiliki kerajaan diri sendiri yang tidak diserahkan kepada Tuhan sebagai penguasa hidup secara absolut. Sikap hidup seperti ini juga telah ditunjukkan oleh lusifer yang yang tidak mau tunduk kepada kedaulatan Allah. Orang percaya yang menerima perkataan-Nya berarti mau mempelajari Firman-Nya dan terus-menerus berusaha melakukannya. Inilah yang membuat seseorang menjadi manusia unggul, yaitu termasuk kumpulan “sedikit yang dipilih” tadi. Respons yang benar terhadap panggilan Tuhan adalah mempelajari Firman-Nya dan melakukannya. Penyesatan yang terjadi dewasa ini adalah seseorang merasa bahwa ia sudah lahir baru, hal ini membuat orang tersebut tidak perlu berusaha berjuang untuk mengalaminya. Mereka lebih sibuk mendandani manusia lahiriahnya ini adalah hasrat dari manusia kedagingan dari pada mendandani manusia Ilahinya yang dikehendaki Tuhan. Mereka merasa sudah nyaman dan aman menjadi orang Kristen yang terdaftar dalam suatu keanggotaan gereja tertentu, tetapi mereka tidak mempersoalkan apakah namanya sudah tercatat dalam kitab kehidupan Anak Domba, artinya tercatat sebagai anggota keluarga Allah. Kepada mereka tidak diingatkan bahwa kalau mereka masih sibuk mendandani manusia lahiriahnya dengan berbagai fasilitas materi itu berarti gejala bahwa mereka belum menjadi keluarga Allah. Mereka belum mengerti panggilan hidup dan tanggung jawab untuk hidup menjadi serupa dengan Yesus, mempersiapkan pakaian kebesaran keluarga Allah mendandani manusia batiniah untuk memenuhi dan menggenapkan rencana Allah. Tuhan Yesus memperingatkan kita untuk memperhatikan hal ini melalui sebuah perumpamaan seorang raja yang mengadakan pesta Matius 22. Ia mengundang semua orang untuk datang dalam pesta yang telah dipersiapkan. Ketika pesta berlangsung ada seorang tamu yang tidak mengenakan pakaian pesta. Raja itu menyuruh mengusir tamu tersebut dan membuangnya ke dalam kegelapan abadi. Kemudian Tuhan mengakhiri perumpamaan tersebut dengan pernyataan bahwa banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang terpilih. Dalam hal ini jelas sekali bahwa keterpilihan seseorang juga ditentukan oleh respon terhadap anugerah yang diberikan. Inilah anugerah yang bertanggung jawab. Pakaian pesta menunjukkan kelayakan untuk menjadi anggota keluarga Allah. Kelayakan disini hanya bisa didapatkan jika anak anak Tuhan mau meresponi panggilannya sebagai anak anak kerajaan yang melakukan kehendak Bapa disorga di segenap wilayah hidupnya. Hal ini harus diperjuangkan oleh setiap orang percaya dengan sangat serius, lebih dari memperjuangkan hal-hal lain dalam kehidupan ini. Kalau seseorang memperjuangkan sesuatu lebih dari perjuangannya mempersiapkan pakaian kebesaran sebagai anggota keluarga Allah Bapa, hal itu menunjukkan bahwa ia tidak menghargai kesempatan untuk menjadi anggota keluarga Allah Bapa. Ia memandang dunia ini lebih penting dan berharga. Inilah orang-orang yang dikatakan oleh Firman Tuhan sebagai pejinah teks Yunani moikalis artinya orang-orang yang tidak setia. Ia bukannya menjadi keluarga Allah Bapa tetapi musuh-Nya. Seseorang yang hanya meninggikan pencapaian duniawi seperti memiliki mobil mewah, rumah bagus, aset harta kekayaan yang melimpah ruah sehingga tidak memperdulikan keadaan pencapaian manusia batiniahnya dihadapan Tuhan, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang telah berbuat cabul dengan dunia Ini, hati mereka semata-mata hanya tertuju kepada perkara-perkara dunia dan merendahkan perkara-perkara diatas, mereka adalah orang-orang yang mengasihi dunia sama seperti iblis yang menjadi musuh Allah yang akan dibinasakan oleh Allah di dalam api kekal Yokubus 44. Jadi meresponi perkataan Tuhan kita Yesus Kristus mengenai sedikit sekali yang akan terpilih/sangat sedikit yang bisa masuk kedalam kerajaan Tuhan Yesus, ini menunjukan kita tidak boleh main main dengan panggilan Tuhan yang memerintahkan kita untuk mengenakan pakaian/sikap hidup seperti yang Tuhan Yesus kenakan yaitu menjadi anak anak yang hidup hanya untuk taat melakukan kehendak Bapa yaitu menjadi serupa dengan Tuhan kita Yesus Kristus dalam moral kesucian dan kelakuan hidup. Berjalan dengan Tuhan, berarti kita menjaga dan belajar untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Matius 721 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Amin.
banyak yang terpanggil sedikit yang terpilih